SENJA, HUJAN, DAN CERITA YANG TELAH USAI
Bagaimana bisa kamu
menjadi orang yang benar-benar ingin ku benci? Sementara, dulu begitu dalam aku
menjatuhkan hati. Hatiku, menolak pergi tapi kenyataan terlalu menyakiti. Kamu
lelah dengan segala yang kita perjuangkan bersama. Kamu memintaku berlapang
dada, melihat orang yang paling dicinta meminta lepas demi seseorang yang ia
cinta?
Kita tidak menjalani ini
sehari duahari, terlalu lama kebersamaan ini membuat aku tidak tahu lagi jalan
kembali. Meski tidak ingin memintamu kembali, tapi lukanya tetap saja tak
sepenuhnya pergi. Menyiksa malam-malam ku, menyesakkan dalam diamku.
Ada yang aku tidak
paham apa alasan untuk meninggalkan mu, entah terlalu tidak siap, tapi aku
tidak bisa bertahan bukan karna tidak kuat mungkin karna aku perlu istirahat
sebentar, izinkan aku menyapa rumahku yang dulu meski tak berpenghuni seperti
sedia kala biarkan lah aku pulang tanpa alasan, karna perihal pulang tidak
harus beralasan
Kenangan selalu pulang
dengan hal-hal yang selalu kamu buang. Dengan hal-hal yang dulu sepenuh hati
kita impikan dalam hal berjuang. Apa kamu bahagia dengan segala luka yang kini
kurasa? Apa kamu tidak merasa betapa dalamnya aku tenggelam dalam hal-hal yang
terlalu pahit rasanya kenyataan ini? Menjadi kamu mungkin menyenangkan, setelah
dicintai bisa semudahnya membuang. Setelah disayangi lantas kamu merasa berhak
menyakiti.
Sementara aku tertatih
untuk berdiri kembali. Andai mudah membencimu, aku sudah melakukannya semenjak
kamu memilih berlalu, namun perasaan tak pernah sepenuhnya bisa dikendalikan.
Aku masih mencarimu dalam doa-doa, meski tidak sesering dulu sewaktu awal
terluka. Lelah rasanya begini, mengharapkanmu yang tak pernah peduli.
Menggenggam hati seseorang yang tak lagi bersedia dimiliki.
Semoga waktu
benar-benar obat dari segala pilu. Tak banyak lagi yang ku harapkan darimu.
Meski sejujurnya tak semudah itu membiarkanmu semakin jauh dari masa lalu.
Namun, aku paham, aku bukan lagi orang kamu inginkan. Sekuat apapun aku menjaga
doa-doa untuk bersama, tidak akan berguna bila kamu tidak juga bersedia.
Menjadi kamu mungkin tak akan pernah mengerti rasanya mencintai seseorang, pada
saat yang sama perasaan itu terus saja menyakitimu tanpa pernah berbalik.
Hal yang tidak kamu
tahu. Semuanya tidak benar-benar semudah itu. Butuh usaha lebih untuk membunuh
perasaan yang pernah terasa begitu dalam. Sama sekali tidak mudah. Tidak
seperti kelihatannya. Aku hanya berusaha menyadarkan diri. Untuk apa bertahan
dalam rasa sakit? Untuk apa mempertahankan harapan kepada seseorang yang tak
lagi layak diharapkan.
Karena cinta terjadi
begitu saja, kamu tidak bisa memaksakan diri mencintai orang lain sama seperti
kamu tak bisa memaksakan diri untuk membenci seseorang yang kamu cintai. Dan
perjuangan seringkali mengharuskanmu untuk melakukan apa yang tidak engkau
senangi. Kamu bisa menjadi apa yang kamu mau, selama kamu benar-benar tahu apa
yang kamu mau. Cintailah apa yang telah kamu pilih, dan semoga kita tidak salah
jatuh dalam hal yang kita cintai.
Aku akan selalu
meyakini, bahwa segala sesuatu yang ditakdirkan bersama, maka apapun yang
mencegahnya, dia akan menemukan jalan untuk menyatu. Pun sebaliknya, sesuatu
yang tidak ditakdirkan bersama, maka apapun yang kita lakukan, dia tidak akan
pernah menyatu.
Jagalah dia baik-baik,
semoga luka hatimu tidak pernah berbalik. Jagalah dia yang kamu pilih sebagai
cinta, semoga kelak dia tidak menjadi seperti kamu, yang memilih pergi dan
membekaskan luka.
Komentar
Posting Komentar